1.Pengertian SumberDana Jangka Menengah
Sumber pendanaan jangka menengah yang utama adalah term loans dan leasing (sewa guna). Term loans (hutang jangka menegah) umumnya juga bersifat “self liquidating”, Artinya hutang lunas pada saat aktiva yang dibiayai dengan hutang tersebut tidak lagi diperlukan. Sumber pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang membedakan antara yang dikaitkan dengan aset, misalnya suatu perjanjian leasing atas suatu mesin atau suatu hipotek atas harta, dan dengan yang berkaitan dengan struktur dan tergantung pada kemampuan keuangan perusahaan yang tercermin pada neracanya,daftar laba rugi dan arus kas.
2. Karakeristik Umum Sumber Dana Jangka Menengah
a. Jangka Waktu
Umumnya bank komersial membatasi waktu yang diberikan berkisar 1-5 tahun. Meskipun untuk perusahaan asuransi dan dana pensiun mungkin memberikan term loans sampai dengan 10 tahun. Karena itulah di Amerika Serikat dikatakan bahwa antara bank komersial dan perusahaan asuransi dan juga dana pensiun tidak terjadi persaingan, tetapi justru saling melengkapi. Seringkali bahkan untuk pemberian term loans yang sangat besar, bank komersial bekerja sama dengan perusahaan asuransi dan dana pensiun
b.Agunan
Term loans hampir selalu dijamin dengan agunan tertentu. Untuk term loans yang berjangka pendek, agunan tersebut mungkin berupa peralatan dan mesin-mesin, atau dengan saham dan obligasi, sedangkan yang berjangka lebih panjang dijamin dengan properti atau real estate
c. Restrictive acaovenant
Sebagai tambahan atau agunan yang diberikan untuk memperoleh term loans, pihak kreditor kadang-kadang menyaratkan kondisi tertentu untuk tetap dipenuhi oleh pihak debitur. Misalnya ditentukan bahwa perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar tidak boleh lebih kecil dari 150%. Penentuan persyaratan ini dimaksudkan untuk memperkecil kemungkinan debitur tidak mampu membayar kewajiban finansialnya. Apabila persyaratan tersebut tidak terpenuhi, maka debitur akan dikenakan denda, bahkan bisa diharuskan segera melunasi hutangnya. Berikut ini beberapa persyaratan yang sering digunakan :
Jumlah modal kerja yang harus dipertahankan. Perusahaan diharuskan memiliki modal kerja (yaitu selisih antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar) minimum dalam jumlah tertentu.
Tambahan pinjaman. Biasanya kreditur menyarankan agar pihak debitur memperoleh izin terlebih dahulu dari kreditur sebelum ia menambah hutangnya.
Laporan keuangan periodik. Kreditur menyaratkan agar debitur menyampaikan laporan keuangan (yang telah diaudit oleh akutan) secara berkala kepada debitur. Biasanya laporan keuangan tahunan (telah diaudit) atau triwulanan (belum diaudit)
Manajemen. Pihak kreditir mungkin menyratkan agar pergantian personel kunci dilakukan hnya atas izinnya atau staff tertentu dipertahankan dalam manajemen.
Term loans umumnya dibayar secara berkala, yang membayar pembayaran tersebut terdiri dari angsuran pokok, pinjaman dan bunganya. Angsuran dapat dilakukan setiap triwulan, semesteran ataupun tahunan. Angsuran mungkin dilakukan secara anuitas (ini yang paling banyak dilakukan) ataupun angsuran dengan cara lain